SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, mengimbau kepada seluruh sekolah di Kota Serang terkait perayaan kelulusan siswa dilakukan secara sederhana, tertib, dan bermakna.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri menyampaikan, jumlah siswa yang lulus pada tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 27 ribu siswa. Rinciannya, sekitar 7 ribu siswa dari jenjang SMP dan sekitar 15 ribu siswa dari jenjang SD. 

“Saat ini, siswa SMP masih menjalani rangkaian ujian yang berlangsung hingga akhir pekan, sementara jadwal ujian berikutnya akan dimulai pada pekan depan,” katanya, Selasa (14/4/2026).

Menghadapi momen kelulusan, Dindikbud mengingatkan agar tidak terjadi euforia berlebihan di kalangan pelajar. Sekolah diminta aktif memberikan imbauan serta pengawasan kepada siswa.

“Jangan sampai kelulusan diisi kegiatan yang berlebihan apalagi sampai mengarah pada hal-hal yang merugikan,” ujar Ahmad Nuri.

Ia menegaskan, kegiatan seperti konvoi kendaraan, aksi coret-coret seragam, hingga bentuk perayaan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum tidak diperkenankan. 

“Selain berisiko menimbulkan kecelakaan, aktivitas tersebut juga dinilai dapat memicu konflik antar pelajar,” tegasnya.

Menurutnya, tradisi coret-coret seragam sudah tidak relevan untuk dipertahankan. Selain tidak memiliki nilai manfaat, tindakan tersebut dinilai mubazir karena merusak pakaian yang masih layak digunakan.

“Seragam itu masih bisa dimanfaatkan. Lebih baik disumbangkan kepada yang membutuhkan daripada dicoret-coret,” ujarnya.

Dindikbud juga menyoroti potensi dampak negatif lain dari perayaan yang tidak terkendali, termasuk kemungkinan terjadinya tindakan perundungan hingga pelecehan antar siswa.

Sebagai alternatif, sekolah didorong mengisi momen kelulusan dengan kegiatan yang lebih positif dan membangun, seperti doa bersama, istigosah, pengajian, maupun kegiatan sosial sebagai bentuk rasa syukur.

“Banyak cara untuk merayakan kelulusan tanpa harus berlebihan. Bisa dengan kegiatan yang lebih elegan, lebih tenang, dan tetap memberi makna,” ucapnya.

Ia menambahkan, peran orang tua juga penting dalam mengawasi aktivitas anak di luar lingkungan sekolah, terutama setelah pengumuman kelulusan. Koordinasi antara sekolah dan wali murid dinilai menjadi kunci agar perayaan kelulusan berjalan aman.

“Dindikbud memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melakukan pengawasan serta memberikan edukasi kepada siswa terkait perayaan kelulusan yang bijak,” tandasnya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan momen kelulusan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, kepedulian, dan rasa syukur di kalangan pelajar. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini