SERANG, BANTENINTENS.CO.ID — Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Provinsi Banten mencatat penggunaan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Banten mengalami pertumbuhan sebesar 70,72 (year on year/yoy) pada Triwulan I 2026.
Sementara itu, volume transaksi QRIS juga meningkat 68,78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut didorong meningkatnya jumlah pengguna QRIS sebesar 9,63 persen.
Hal tersebut terungkap saat BI Taklimat Media Triwulan I 2026 bertema Resiliensi Ekonomi Banten di Tengah Ketidakpastian Kondisi Geopolitik Dunia, Kamis (7/5/2026).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan digitalisasi sistem pembayaran di Banten semakin diterima luas oleh masyarakat maupun pelaku usaha.
“Pertumbuhan transaksi QRIS di Banten terus menunjukkan tren positif dan menjadi indikator semakin kuatnya ekosistem digital di masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data BI, Provinsi Banten kini menempati posisi kelima nasional dalam jumlah pengguna QRIS dengan pangsa sebesar 5,54 persen. Tidak hanya itu, jumlah merchant QRIS di Banten juga berada di posisi kelima terbesar nasional dengan pangsa mencapai 6,20 persen.
Ameriza menjelaskan, meningkatnya penggunaan QRIS tidak terlepas dari semakin tingginya aktivitas ekonomi masyarakat, terutama selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri.
Selain mendorong kemudahan transaksi, digitalisasi pembayaran dinilai ikut memperkuat efisiensi ekonomi dan memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM.
“Digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif,” katanya.
Di sisi lain, kondisi ekonomi Banten pada Triwulan I 2026 juga tercatat tetap solid di tengah ketidakpastian global. Ekonomi Banten tumbuh sebesar 5,64 persen (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.
Pertumbuhan tersebut ditopang sektor industri pengolahan, perdagangan, transportasi, pertanian, serta akomodasi dan makan minum. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama.
BI juga mencatat realisasi investasi di Banten mencapai Rp34,36 triliun atau tumbuh 10,6 persen (yoy). Capaian tersebut menempatkan Banten sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar ketiga nasional setelah Jakarta dan Jawa Barat.
Ke depan, BI Banten optimistis pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga seiring kuatnya permintaan domestik dan meningkatnya investasi. Namun demikian, kewaspadaan terhadap dampak ketidakpastian geopolitik global tetap perlu diperkuat.
Dalam kesempatan itu, BI Banten juga mengumumkan agenda Sharia Festival Jawara (SHAFARA) x Digital Jawara (DIGIWARA) 2026 yang akan digelar pada 22-24 Mei 2026 di Bintaro Jaya Xchange Mall 2 sebagai bagian dari penguatan ekonomi syariah dan digitalisasi UMKM di Banten.









