SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Air setinggi hampir satu lutut orang dewasa menggenangi halaman hingga ruang kelas Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 25 Kota Serang, yang berada di Kelurahan Sawah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Minggu (4/1/2026).

Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar terhenti, sementara para guru memilih bertahan sejak dini hari untuk mengamankan lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, genangan air di sekolah itu mencapai sekitar 60 centimeter dan belum memungkinkan dilakukan kegiatan pembelajaran secara normal.

“Ketinggian air hampir satu lutut, sekitar 60 sentimeter. Dalam kondisi ini memang belum memungkinkan dilakukan aktivitas belajar di sekolah,” ujar Ahmad Nuri saat meninjau lokasi.

Ia menyebut, guru-guru SMPN 25 Kota Serang sudah berada di sekolah sejak pukul 03.00 WIB untuk memantau perkembangan banjir dan memastikan fasilitas penting tetap aman. Pemerintah daerah, kata dia, hadir sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan langkah darurat berjalan.

Ahmad Nuri menjelaskan, apabila hingga keesokan hari air belum juga surut, Dinas Pendidikan akan menerapkan kebijakan pembelajaran daring sementara bagi siswa.

“Kalau air belum surut, pembelajaran akan dilakukan secara daring sampai kondisi benar-benar aman dan tidak ada genangan,” ucapnya.

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama banjir di kawasan tersebut. Meski demikian, pihaknya akan melakukan evaluasi bersama instansi terkait untuk mencari langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ini menjadi perhatian bersama. Ke depan tentu perlu langkah-langkah yang lebih strategis agar sekolah tidak kembali terdampak banjir seperti ini,” kata Ahmad Nuri.

Nuri juga berpesan kepada para guru di SMPN 25 Kota Serang untuk tetap semangat dalam menjalankan tugasnya sebagai pencetak masa depan anak bangsa.

“Tetap semangat para guru-guru semua. Hujan ini diturunkan oleh Tuhan untuk kita semua, harus selalu bersyukur tapi juga kita tetap akan antisipasi dengan langkah konkret,” tandasnya.

Dalam peninjauan itu, Dinas Pendidikan juga berkoordinasi dengan BPBD Kota Serang serta pihak sekolah untuk penanganan awal dan pendataan dampak banjir. Pihak sekolah menyebut banjir kali ini merupakan yang terparah dan baru pertama kali terjadi dengan ketinggian air sebesar itu. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini