SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri menegaskan pelayanan pendidikan tidak bisa dilakukan dengan sikap menunggu. 

Ia menilai, gerak cepat turun ke lapangan menjadi keharusan, sejalan dengan pola kerja Walikota Serang yang hampir setiap hari hadir langsung di tengah masyarakat.

“Pelayanan pendidikan itu isyarat langsung dari Pak Walikota untuk turun ke bawah. Antara semangat jihad, ijtihad, dan mujahadah harus terus dijalankan di lapangan. Kalau ada persoalan yang belum siap atau belum selesai, ya harus kita selesaikan,” ujar Ahmad Nuri, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, semangat tersebut kemudian dirumuskan dalam diksi “tidak siap untuk diam”. Menurutnya, istilah itu bukan slogan instan, melainkan lahir dari proses refleksi panjang atas perjalanan tugasnya di birokrasi, mulai dari camat hingga menduduki jabatan kepala dinas.

“Pak Wali bisa sehari turun ke tiga lokasi. Masa dinas diam. Maka saya katakan, kita tidak siap untuk diam. Ini teknis dinas yang muncul dari ruh pergerakan untuk melayani masyarakat, khususnya melalui pendidikan,” katanya.

Ahmad Nuri menyebut, pelayanan pendidikan harus hadir langsung di satuan pendidikan, bukan hanya dalam bentuk laporan administrasi. Setiap permasalahan teknis, mulai dari sekolah, tenaga pendidik, hingga peserta didik, perlu direspons dengan kehadiran nyata dan penyelesaian konkret.

Ia juga menyinggung nilai keagamaan yang menjadi landasan berpikirnya. Menurutnya, agama mengajarkan Harakah atau gerak sebagai bagian dari pengabdian. Dari kesadaran subjektif dan temuan objektif di lapangan, konsep tidak siap untuk diam menemukan makna yang lebih luas.

“Ketika badan sehat, jiwa sehat, dan roh sehat, maka kita siap bergerak. Selama yang diperintahkan itu produktif, maslahat, dan memberi pelayanan, kita tidak siap untuk diam,” tegasnya.

Ia berharap, semangat tersebut dapat menjadi pemantik bagi seluruh jajaran pendidikan di Kota Serang agar terus bergerak, adaptif, dan hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat melalui peran pendidikan. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini