SERANG, BANTENINTENS.CO.ID – Program Serang Mengaji yang merupakan Program Unggulan Walikota dan Wakil Walikota Serang, Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia menunjukkan perkembangan signifikan. Tingkat literasi Al-Qur’an siswa SD dan SMP di Kota Serang kini menembus angka 90 persen lebih, setelah digulirkan secara bertahap di sejumlah sekolah.

Walikota Serang, Budi Rustandi mengatakan, saat program Serang Mengaji mulai dijalankan, kemampuan baca Al-Qur’an siswa SD berada di angka 87 persen, sedangkan SMP 86 persen. Pada Februari 2026, capaian meningkat menjadi 89 persen untuk SD dan 95 persen SMP.

“Per Maret sampai April 2026, SD sudah 90,53 persen dan SMP 97,12 persen. Ini peningkatannya luar biasa, mudah-mudahan tahun ini bisa selesai,” ujar Budi, Rabu (29/4/2026).

Ia menilai capaian tersebut tidak mudah diraih karena program itu membutuhkan dukungan sarana belajar, terutama pengadaan Al-Qur’an dan buku mengaji bagi siswa.

Pemkot Serang, kata dia, menggandeng Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) untuk membantu kebutuhan Al-Qur’an tanpa membebani anggaran daerah. Sementara pelaksanaan teknis di lapangan dibantu Satgas Serang Mengaji dan para relawan.

“Kalau beli sendiri tentu besar biayanya. Tapi alhamdulillah ada dukungan dari banyak pihak, jadi bisa berjalan tanpa membebani APBD,” katanya.

Budi juga menyebut kegiatan mengaji di sekolah memberi dampak sosial positif, salah satunya menekan potensi kenakalan remaja dan tawuran pelajar.

“Anak-anak sekarang lebih terarah. Kegiatan positif seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri menambahkan program tersebut dilaksanakan di tiga jenjang pendidikan, yakni TK, SD, dan SMP.

Secara keseluruhan, capaian literasi Al-Qur’an satuan pendidikan di Kota Serang telah menyentuh sekitar 90 persen. Khusus jenjang SMP, angkanya mencapai 97 persen.

“Target kami pada Juli nanti seluruh siswa kelas 9 sudah bisa membaca Al-Qur’an sebelum lulus dan melanjutkan ke SMA,” kata Ahmad Nuri.

Ia menyebut saat ini tinggal sekitar 200 siswa kelas 9 dari total 7.000 siswa SMP yang masih dalam pendampingan pembelajaran membaca Al-Qur’an.

Menurutnya, percepatan program tidak hanya ditopang guru di sekolah, tetapi juga relawan Satgas Serang Mengaji dan dukungan masyarakat.

“Ini gerakan bersama. Tanpa APBD pun bisa berjalan karena semua bergerak dengan keikhlasan,” tandasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini